Mengobati Sakit Ulu Hati - swamedikasi | Apotek F21

Refluks atau juga dinamakan sakit ulu hati atau GERD ( Gastroesophageal Reflux Disease) atau heartburn adalah suatu gangguan yang tidak begitu serius. 

Penyebabnya aaadalah kelebuhan asam lambung yang mengalir ke atas di bagian kerongkongan (esofagus) karena otot lingkar (sfingter) yaitu suatu katup yang menyekat antara kkerongkongan dan lambung tidak bekerja dengan baik. 

Hal ini dapat diakibatkan oleh burut/turun berok/hernia sekat rongga badan (hiatus hernia) dan adanya tekanan tinggi dalam perut. Biasanya terjadi pada kasus kehamilan, obesitas, lambung terus -menerus penuh dengan makanan atau gas, batuk atau sembelit kronis (sering mengejan) dan pakaian yang terlampau ketat. 

Sama halnya, produksi asam lambung berlebihan karena banyak merokok atau makan terlampau banyak.




Pada gangguan ini sebagian kecil dari lambung menonjol keluar melalui suatu lubang di sekat rongga badan (diafragma), pada tempat dimana kerongkongan menembusnya. 

Nyeri yang dirasakan dapat menjalar sampai ke bahu serta lengan kiri dan seringkali disertai muntah dan adanya darah dalam tinja. Jika gangguan ini semakin parah, terkadang dianggap sebagai serangan jantung.

Obat-obat yang dapat mengurangi fungsi otot lingkar, diantaranya obat-obat asma (teofil, salbutamol, fenoterol,dll), obat penenang diazepam, obat jantung golongan nitrit dan antagonis kalsium (nifedipin,verapamil,dll) serta hormon-hormon tertentu (progestiva).

Gejala-gejala GERD atau sakit ulu hati ini berupa rasa nyeri seperti terbakar pada kerongkongan yang dirasakan di belakang tulang dada, kurang lebih satu jam setelah makan (yang terlalu banyak) dan jika membungkuk atau berbaring. 

Seringkali terasa nyeri yang menusu di bagian lambung, mual dan muntah. Adakalanya keluhan ini berkurang sesudah makan tetapi kadang juga semakin parah. Pada beberapa kasus, penderita terbangun dari tidur karena perasaan pedih dan adanya sedikit asam dalam mulut. 

Lazimnya serangan berlangsung setengah jam sampai lebih dari satu jam. Jika tidak diobat  dengan tepat, dapat mengakibatkan dinding kerongkongan (yang berbeda dengan dinding lambung) yang tidak tahan terhadap asam , mukosanya akan dirusak oleh asam. Sehingga terjadi radang dinding kerongkongan (reflux-esofagitis) yang lebih serius.

Apa yang dilakukan ketika serangan ini terjadi?

Yang perlu dilakukan adalah menyingkirkan semua faktor penyebab, seperti berhenti atau kurangi merokok, menghindari tekanan tinggi di lambung dengan jalan buang air besar secara teratur, dimana makanan harus mengandung cukup serat gizi dan hindari mengangkat beban berat atau bekerja dalam posisi membungkuk. 

Demikian juga halnya, berusaha menurunkan berat badan dan menghindari minum terlalu banyak minuman yang mengandung gas (air bermineral,Cola,dsb) juga mengenakan pakaian yang tidak terlalu ketat dan menekan bagian perut.

Usahakan mengatur pola makan secara teratur, 3 sampai 4 kali sehari dalam suasana tenang dan mengunyah dengan baik. Setiap kali makan , usahakan dengan jumlah porsi kecil agar volume lambung tidak terlalu penuh dan tekanan terhadap sfingter tidak meningkat. 

Hindarilah atau kurangi makan makanan yang dapat melemaskan otot lingkar (sfingter) seperti lemak,coklat, kopi, permen dan bumbu-bumbu pedas.

Rasa nyeri tengah malam dapat dihindari dengan makan malam terahir sekurang-kurangnya 3 jam sebelum tidur. Penderita refluks juga harus menghindari alkohol dan makanan yang bersifat asam seperti jeruk dan tomat karena mengandung asam yang merangsang kerongkongan secara langsung.

Untuk mencegah refluks pada waktu tidur, sebaiknya bagian atas tempat tidur dinaikkan posisinya 20 sampai 25 sentimeter, sehingga mencegah terjadinya refluk.

Bagaimana cara mengobatinya (swamedikasi)?

Penderita harus menghindari makan terlalu banyak dan sebagai obat, minumlah obat golongan antacidum(antasida) bila timbul nyeri. Obat yang lebih ampuh adalah asam alginat yang dibuat dari rumput laut(algae). 

Zat ini bereaksi dengan bikarbonat dari air liur dan membentuk suatu lapisan busa agak kental diatas makanan yang telah halus. Sehingga terjadi rintangan mekanis terhadap refluks. 

Suspensi asam alginat juga mengandung antasida untuk menetralisir asam berlebihan dan harus diminum 3 sampai 4 kali sehari 1 sendok makan 1 jam setelah makan dan sebelum tidur. 

Dalam kasus yang membandel, dokter masih dapat memberikan resep obat yang menghambat produksi asam (simetidin: xepamet, ulsikur, Ranitidin : Radin, Zantac ) atau obat yang mempercepat gerakan lambung (Domperidon : Vomita,Vomitas, Motilium atau lebih ampuh lagi Cisapride: Disflux, Guarposid, Acpulsif, Ethiprid).


0 Response to "Mengobati Sakit Ulu Hati - swamedikasi | Apotek F21"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel