Kenali Obat Jerawat Anda | Apotek F21

Jerawat atau Acne Vulgaris adalah hal yang umum yang mulai muncul di usia remaja atau akil baligh. Diperkirakan 50 % lebih dengan rentang usia 12 sampai 25 tahun mengalaminya. Biasanya menjelang usia 20 tahun, gangguan jerawat mulai berkurang atau hilang sama sekali.

Tetapi ada kalanya hingga 15% pria dan wanita masih juga berjerawat setelah melewati masa pubertas. Demikan pula , sekitar 10% orang dewasa antara 30 sampai 40 tahun masih menderita salah satu bentuk aktif dari acne.


    
Apa gejala-gejala munculnya jerawat?

Gejala umum dan khas yang populer biasanya, kulit yang berminyak dengan bintik-bintik hitam dan bintil-bintil putih (komedo) disertai gejala-gejala peradangan ringan.

Gejala - gejala ringan ini seperti tonjolan-tonjolan merah (papel), bisul bernanah kekuningan(pustel), bengkak-bengkak, benjolan berisi talg (kista) atau sebum (minyak yang dihasilkan kelenjar minyak dalam tubuh) serta parut-parut terutama di bagian wajah.

Hal ini pasti sangat dirasakan mengganggu penampilan, terutama kaum hawa dan tentu saja dapat menurunkan kepercayaan diri. Bagi remaja di usia pubertas, dimana pergaulan sangat intens, munculnya jerawat sangatlah tidak diinginkan.

Karenanya, acne perlu diobati dengan serius, cara penanganan dan cara kerja obat-obatan yang digunakan selain itu juga perawatan dan pengobatan yang tidak meninggalkan bekas atau parut.



Bagaimana mengobati jerawat sendiri (swamedikasi) ?

Pengobatan jerawat memerlukan kesabaran karena gangguan ini tidak bisa sembuh dalam beberapa hari. Pengobatan harus dilakukan secara kontinu sekurang-kurangnya beberapa bulan jika belum menunjukkan adanya perbaikan.

Perlu diingat, setiap orang yang menderita acne yang khas bagi dirinya sendiri sehingga tidak dikenal terapi standar baku untuk setiap penderita, artinya penderita jerawat satu dengan lainnya akan berbeda cara penanganannya. Misalnya, jika penderita jerawat dengan gejala muncul komedo, pengobatannya akan berbeda dengan jerawat dengan peradangan.

Jadi, pengobatan yang tepat harus ditemukan dengan jalan trial and error, yang mungkin akan memakan waktu dalam pemyembuhan secara total.

Obat-obat luar yang biasanya digunakan untuk swamedikasi acne ringan mencakup tiga jenis obat, yaitu obat-obat pelarut lapisan tanduk, hormon-hormon anti androgen dan zat-zat anti bakteri.

Untuk Swamedikasi selanjutnya akan dibahas pada artikel tersendiri.



Berikut ini golongan obat luar untuk jerawat:

1. Keratolitika.

Obat-obat ini berfungsi melunakkan dan mengelupas lapisan tanduk (keratin) yang menyumbat pori, sehingga lubang keluar dari folikel yang tersumbat akan terbuka lagi. Sehingga talg yang tertimbun mudah keluar. Selain itu, obat ini juga bersifat bakteriostatik. Contoh golongan ini adalah Resorsin, asam salisilat (Verile Acne Gel,dll) dan benzoylperoksida (Benzolac gel 2,5%).

2. Benzoylperoksida.

Obat ini berkhasiat keratolitik, bakteriostatik dan memutihkan. Efeknya adalah mengurangi jumlah komedo dan mencegah pembentukan komedo baru. Selain itu juga menekan jumlah kuman P. Acnes serta menghindari peradangan dari folikel.

Apakah ada efek samping? pada beberapa kasus, tapi jarang terjadi, muncul iritasi kulit kemerahan, rasa terbakar, kering dan gatal. Bila satu atau lebih dari efek samping ini muncul, sebaiknya pengobatan dilanjutkan dengan sediaan yang kadarnya lebih rendah atau dihentikan sama sekali dan konsultasikan ke dokter spesialis kulit.

Karena fungsi bleaching atau pemutihan,  obat ini dapat memutihkan pakaian yang dipakai atau rambut dan alis mata.

3. Retinoida.

Golongan obat ini berfungsi menormalkan proses kulit yang menebal, melaritkan sumbatan-sumbatan keratin dan mengurangi produksi sebum, dengan demikian pembentukan komedo baru akan lebih efektif untuk dihindari.

Yang digunakan sebagai krem atau gel (dengan resep dokter) adalah tretinoin, yang mengandung asam vitamin A (Retin -A, Vitacid) dan motretinida(Tasmaderm) sedangkan isotretinoin (Roaccutane) berbentuk kapsul untuk pengobatan secara oral.

4. Hormon- hormon kelamin.

Hormon wanita estrogen berfungsi untuk menghambat kerja androgen terhadat folikel, sehingga mengurangi produksi sebum atau talg. Estrogen biasanya terdapat dalam pil KB yang terkombinasi dengan zat dengan efek progesteron. Kedua hormon ini bekerja untuk menghindari pelepasan dari sel telur masak (ovulasi) tiap bulannya sehingga tdak dapat terjadi pembuahan dan kehamilan.

5. Zat anti bakteri

Yang sering digunakan adalah benzoylperoksida, antibiotik tetrasiklin dan turunannya seperti Doksisiklin dan Minosiklin, juga Klindamisin (Mediclin, Clinium) dan Eritromisin (Erymed)

Demikian obat yang perlu anda ketahui tentang jerawat yang bisa didapatkan di apotek atau resep dokter.


0 Response to "Kenali Obat Jerawat Anda | Apotek F21"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel