Kenali Bagaimana Jerawat Bisa Muncul | Apotek F21



Sebelum memberikan penanganan jerawat yang tepat, Anda perlu memahami bagaimana jerawat bisa muncul ke permukaan wajah dan mengganggu penampilan. Hal ini diperlukan untuk memilih jenis obat yang sesuai dengan jenis keparahan jerawat Anda dan juga tindakan preventif agar jerawat tidak muncul kembali.




Berikut penjelasannya.

 1. Kelenjar Talg / Sebum (KT)

Jerawat atau Acne adalah gangguan dari suatu kelenjar yang dinamakan Kelenjar Talg/Sebum (KT) yang terdapat dalam jumlah besar di kulit bagian muka, punggung, dan dada, yang jumlahnya mencapai 15 buah setiap sentimeter persegi. KT berbentuk tangkai dengan banyak umbai dan terdapat dalam suatu kantong (folikel)

Berbeda dengan folikel rambut biasa, Folikel KT lebih luas dan berisi rambut kecil dan tidak berkembang (rudimenter)

Pada saat memasuki masa pubertas timbul perubahan fisik sebagai pertanda dimulainya produksi hormon-hormon reproduksi. Pada anak laki-laki, hormon-hormon reproduksi pria adalah androgen, dan testosteron, sedangkan pada anak perempuan, hormon reproduksi wanitanya adalah estrogen dan progesteron.

Yang memgang peranan penting akan munculnya acne adalah  androgen yang tidak hanya diproduksi pada reproduksi pria tetapi juga pada wanita yaitu indung telur dalam jumlah yang lebih kecil dari estrogen.

2. Talg (Sebum)

Di bawah pengaruh androgen ini, kelenjar talg mualai berkembang dan memproduksi sebum. Talg atau sebum adalah sejenis lemak yang terdiri dari campuran banyak zat seperti trigliserida, senyawa ester lilin, squalen, kolesterol dan fosfolipid.

Fungsinya adalah untuk memelihara kulit agar tidak kering dan tetap lentur. Talg ini dikeluarkan melalui suatu saluran ke lubang kecil di permukaan kulit yang biasa kita sebut pori-pori kulit.

3. Komedo (WhiteHeads)

Sebagian besar pertukaran zat dari hormon-hormon androgen berlangsung di kulit, dimana testosteron diubah menjadi dihidrotestosteron (DHT) yang lebih aktif. Di bawah pengaruh DHT, kelenjar-kelenjar Talg akan meningkatkan aktifitasnya, sehingga terjadi overproduksi dari Talg(Sebum) meskipun kadar andrgen dalam darah tidak berubah.

DHT juga merangsang sel-sel pori, sehingga terjadi penandukan atau penebalan yang berlebihan (hiperkeratose). Hal ini akan menjadi jalan keluar Talg yang berlebihan itu tertutup dan lambat laun akan terjadi sumbatan di bawah kulit. Sumbatan ini disebut Komedo putih (WhiteHeads)

4. Komedo Terbuka (BlackHeads)

Komedo Terbuka adalah sumbatan dengan suatu titik hitam yang merupakan zat warna kulit melanin yang teroksidasi, yang terbentuk di permukaan kulit selama saluran menuju pori belum tersumbat seluruhnya.

Komedo tertutup adalah komedo jenis whiteheads atau bintil putih yang terjadinya lebih dalam jika pori sudah tersumbat seluruhnya. Penyumbatan ni menimbulkan tekanan yang semakin meningkat pada dinding Kelenjar Talg, sehingga folikelnya bisa pecah dan terjadilah peradangan di bawah kulit (inflammation).

5. Kuman, Bakteri dan Peradangan.

Di dalam folikel Kelenjar Talg terdapat bermacam-macam bakteri diantaranya adalah Proionilbacterium Acnes, yang juga berperan penting pada terjadinya peradangan jerawat. Bakteri ini membentuk suatu enzim (lipase), yang menguraikan Talg menjadi Asam Lemak Bebas (Free Fatty Acids).

Pada penyumbatan Kelenjar Talg, bakteri ini dapat berkembang biak secara berlebihan dengan lebih banyak terbentuknya Asam lemak. Akhirnya asam lemak ini merusak dinding folikel dan meresap ke dalam jaringan-jaringan di sekitarnya dan menimbulkan reaksi peradangan.

Akibatnya adalah suatu bisul yang berwarna merah dan adakalanya berisi nanah, Setelah sembuh, bekas-bekas bisul ini kadang berbentuk lubang-lubang selebar 2 sampai 3 milimeter seperti pada  penderita cacar yang menyebabkan bopeng.




6. Penyebab Lain.

Disamping sebab hormonal, juga disebabkan faktor-faktor eksternal yang dapat menimbulkan jerawat. Misalnya akibat menggunakan kosmetik, lemak-lemak fatty acidsoiled based atau minyak-minyak yang mengandung mineral seperti parafin , dan zat kimia tertentu (karbonhidrogen terklorasi)

Demikian juga halnya, Tekanan Mekanis dapat mendorong terjadinya komedo. Sejumlah obat telah disinyalir dapat menimbulkan bintil-bintil mirip jerawat yaitu obat golongan kortikosteroid (hidrokortison,dll), obat anti TBC dan obat anti epilepsi.

0 Response to "Kenali Bagaimana Jerawat Bisa Muncul | Apotek F21"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel