Apakah Tukak Lambung (Peptic Ulcer) Dapat Diobati Sendiri? | Apotek F21

Tukak Lambung (Ulcus Pepticum / peptic ulcer) bercirikan luka pada mukosa lambung, biasanya di bagian antrum, yang kedalamnnya bisa mencapai jaringan otot, bahkan dapat mengakibatkan lubang pada dinding (perforasi). Seringkali kasus ini terjadai antara usia 20 sampai 50 tahun, dimana pada kaum pria 4 kali lebih sering daripada wanita, Kemungkinan hal ini disebabkan karena pada umumnya pria lebih banyak menkonsumsi minuman beralkohol, merokok , makan tidak teratur dan pola hidup yang aktif dan terburu-buru dan stres akibat pekerjaan. Sebagian besar hal ini sekira 80% tukak (ulkus) terletak bukan di lambung, melainkan di bagian atas dari usus halus (duodenum).



Gejala-gejala yang dirasakan.

Secara umum keluhan yang dirasakan dapat berupa rasa nyeri hebat berkala di bagian kanan atas dari perut yang menjalar ke punggung dan timbul 1 sampai 3 jam setelah makan. Juga terdapat perasaan kembung pada perut. Keluhan-keluhan ini diperparah dengan ketegangan dan stres, terlampau lelah dan merokok. 

Penyebab Tukak Lambung

Pada awalnya diperkirakan bahwa salah satu penyebab utana dari tukak lambung adalah stres, ketegangan jiwa dan tekanan emosional. tetapi pada kasus-kasus terkini ternyata peranan faktor-faktor tersebut tidak terlalu dominan. Ditemukan bukti bahwa penyebab utamanya terletak pada infeksi bakteri yang berbentuk sekrup Helicobacter pylori yang dapat masuk dan menempel kuat ke dalam mukosa dan mengakibatkan peradangan.

Karenanya, terjadi kerusakan sel dan luka pada mukosa, yang akan mudah ditembus oleh getah lambung. Dalam keadaan sehat, mukosa lambung dibantu oleh lendir yang dihasilkan yang mana sangat tahan terhadap asam klorida dan pepsin yang bersifat asam. Akan tetapi, luka-luka tersebut memperlemah daya tangkis lapisan pelindung itu dan lambat laun getah dapat meresap ke jaringan dalam mukosa dan digerus oleh kedua asam tersebut. Akibatnya adalah erosi dari mukosa hingga mendalam sampai otot polos dan akhirnya dapat berupa lubang pada dinding lambung (perforasi) yang mengakibatkan perdarahan. Hal berbahaya yang sama juga berlaku untuk tukak usus halus.



Bagaimana pengobatannya/ Swamedikasi?

Pengobatan sendiri pada tukak lambung atau usus halus hanya terbatas pada zat-zat yang dapat mengikat asam lambung yaitu antasida.   Obat-obat ini hanya dapat menghilangkan rasa nyeri untuk beberapa saat saja, tetapi tidak dapat menyembuhkan tukak. Dikarenakan kondisi yang serius, maka tidak dianjurkan untuk melakukan pengobatan sendiri terlalu lama. Bila setelah minum obat selama kurang lebih 2 minggu, keluhan-keluhan belum juga hilang. atau diduga adanya tukak lambung/usus hendaknya segera pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih seksama dengan obat-obat yang lebih ampuh, diantaranya:

1. Antasida.
Antasida berfungsi menetralisir secara kimiawi sebagian dari asam klorida yang terdapat dalam jumlah berlebihan dalam lambung. Pilihan pertama adalah senyawa-senyawa aluminium dan magnesium yang tidak diserap usus. Karena senyawa alumunium bersifat "menyembelitkan" maka biasanya dikombinasi dengan senyawa Magnesium yang bersifat pencahar.  Kombinasi Al-Mg biasanya sangat efektif dan banyak ragam jenisnya yang dapat diperoleh secara bebas, antara lain Magasida, Promag, Mylanta, Alumy, Sanmag,dll . Terdapat pula sediaan senyawa kompleks dari kedua logam, misalnya Alumuniu-Magnesium-Hidroksida (Magaldrat) seperti Magalat, kemudian senyawa kompleks alumunium-magnesium Silikat seperti Neusilin dan alumunium-magnesium hidroksikarbonat (hidrotalsit) seperti Talsit.

Kalsium Karbonat dan Natrium Karbonat adalah antasida, yang juga sering digunakan dalam pengobatan maag, kebanyakan terkombinasi dengan senyawa-senyawa alumunium dan magnesium, misalnya Neosanmag Fast, Keuntungan dari penggunaan karbonat adalah kerjanya yang lebih cepat dan kuat, tetapi sebagai hasil reaksinya dengan asam lambung akan tebentuk gas ksrbondioksida (CO2) yang memicu pembentukan asam lagi. Oleh karena itu, sediaan senyawa karbonat tidak dapat dianjurkan.

Kombinasi Obat.
Antasida biasanya dikombinasikan dengan dimetikon, yang berfungsi membantu menghalau udara dan gas yang tertimbun dalam lambung dan usus. Kadangkala juga dengan zat pelepas kejang atau kram seperti papaverin untuk menyembuhkan kram di lambung.

Suspensi dari antasidum lebih cepat daya mengikat asamnya daripada tablet, karena lebih mudah tercampur dengan isi lambung, maka dianjurkan untuk lebih memilih sediaan suspensi untuk mendapatkan pengobatan secara cepat dan akurat. Jika memilih dalam sediaan tablet dengan alasan lebih praktis dan ergonomis untuk dibawa bepergian, agar mencapai reaksi dan efek yang optimal, tablet perlu dikunyah dengan sangat baik sebelum ditelan bersama air.

Kapan waktu yang tepat meminum obat antasida ?

Derajat keasaman lambung menurun setelah makan dan mulai meningkat lagi kurang lebih satu jam kemudian karena terbentuknya asam klorida. Oleh karena itu obat-obat antasida harus diminum kurang lebih 1 jam setelah makan. Mengingat jangka waktu kerja golongan antasida ini agak singkat, maka untuk mencapai efek optimal, biasanya perlu diminum lagi satu dosis diantara jam-jam makan sehingga total 6 sampai 7 kali sehari 1 dosis.

Efek-efek Samping.

Garam-garam alumunium dan kalsium berefek menyembelitkan, sedangkan senyawa magnesium bersifat pencahar. Jika digunakan bersamaan, efek samping ini akan saling meniadakan. Zat-zat ini juga tidak diserap oleh usus, kecuali bikarbonat yang bila dikonsumsi dalam jumlah besar akan mengakibatkan alkalosis, yaitu kelebihan alkali dalam darah dan jaringan, sehingga keseimbangan asam basa dari tubuh terganggu. Selain itu, semua senyawa karbonat membentuk gas karbondioksida yang justru merangsang sekresi asam lambung lebih banyak lagi sehingga meningkatkan resiko timbulnya lubang dan kebocoran pada dinding lambung.

Interaksi dengan obat lain.

Antasida tidak boleh dikonsumsi bersamaan waktunya dengan antibiotik tetrasiklin, karena akan terbentuk senyawa kompleks yang tidak larut. Sehigga absorpsi maupun efek tetrasiklin akan sangat berkurang atau tidak efektif. Bila kombinasi kedua obat ini tidak bisa dihindari, sebaiknya tetrasiklin diminum 2 jam setelah mengkonsumsi antasidum.



Obat-obatan dari dapur Rumah Tangga.

Herbal atau obat-obatan dari dapur yang bisa digunakan untuk meniadakan efek asam lambung dan meringankan nyeri adalah susu dan perasan kentang. Terkadang, minum segelas susu dapat dengan cepat meredakan rasa sakit akan tetapi jika terlalu banyak justru akan menstimulasi produksi asam lambung. Obat-obatan alami lainnya yang dikatakan sangat ampuh adalah perasan kentang segar, yang diminum pagi hari pada saat perut kosong serta malam hari sebelum tidur. Cara membuatnya adalah dengan memarut 1 atau 2 buah kentang, lalu diperas dengan sehelai kain saring atau dalam alat pemeras khusus (centrifuge). Hasil perasan kemudian diencerkan dengan air sebanyak 2 sampai 3 kali. Hendaknya dihindari minum lebih lama dari 4 sampai 6 minggu.

Pengobatan Oleh Dokter.

Pengobatan dengan resep dokter biasanya dilanjutkan dengan obat-obat yang menghambat produksi asam, gastrin dan pepsin, yakni dengan reseptor H2-blockers, antara lain Simetidin (Ulsikur,Nulcer,Xepamet), Ranitidin (Radin,Conranin,Ranal),dan Famotidin(Famos, Ulcerid, Gestofam). Penghambat asam lainnya dengan cara kerja lain adalah Pirenzepin (Gastrozepin) dan Omeprazol (Promezol), Dapat pula dengan zat-zat pelindung yang membentuk suatu lapisan pelindung diatas mukosa, sehingga tukak tidak kontak langsung dengan getah lambung, yaitu sukralfat (Ulsidex,Propepsa,Inpepsa,Nucral,dll) dan bismutsubsitrat (De Nol).

Dengan obat-obat ini kebanyakan tukak lambung (90-95%) berangsur sembuh dalam waktu 4 sampai 8 minggu, sedangkan tukak usus biasanya lebih cepat beberapa minggu. Akan tetapi rata-rata 80% penderita tukak lambung atau usus akan kambuh lagi dalam waktu satu tahun, maka pengobatan harus diteruskan dengan dosis perawatan selama kurang lebih 1 tahun. Dengan demikian, persentase kambuh akan berkurang sekira 40% dan itupun prosentase paling rendah setelah pengobatan dengan bismutsubsitrat. Obat ini selain membentuk suatu lapisan gel pelindung diatas tukak juga berkhasiat membunuh bakteri H.Pylori. Efek obat akan semakin efektif jika dikombinasikan dengan antibiotik amoksisilin dalam dosis tinggi selama minggu pertama(2 kali sehari dengan dosis 750mg atau Metronidazol  diminum 2-3 kali sehari dengan dosis 500 mg)

Pada akhirnya , dokter juga dapat memeberikan suatu obat pereda untuk menghilangkan ketegangan (kram) dan kegelisahan pada penderita yang mudah gugup dan takut, misalnya diazepam (Valium,Valisanbe) atau klordiazepoksida (Komb - Librax,Sanmag Tab).



0 Response to "Apakah Tukak Lambung (Peptic Ulcer) Dapat Diobati Sendiri? | Apotek F21"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Bawah Artikel